Bandar Narkotika Jaringan Internasional di Sekitar Pelabuhan Teluk Nibung Diduga Kebal Hukum

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

 

Lidikcyber.com, Asahan – Keberadaan seorang bandar narkotika jaringan internasional berinisial BK di wilayah sekitar Pelabuhan Teluk Nibung, tepatnya di Dusun I, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, meski disebut telah beroperasi selama belasan tahun, BK hingga kini belum tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH), Minggu (15/03/26).

Warga setempat menyebut, secara penampilan BK tampak sederhana dengan postur tubuh kurus dan kulit gelap. Namun di balik itu, ia diduga memiliki jaringan peredaran narkotika yang luas, bahkan hingga ke luar negeri. Aktivitas ilegal tersebut telah berkembang pesat dan menghasilkan aset bernilai miliaran Rupiah.

Dalam menjalankan operasinya, BK diduga melibatkan sejumlah pemuda setempat sebagai bagian dari jaringannya. Tak hanya itu, pergerakannya juga disebut-sebut mendapat perlindungan dari oknum masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Seorang warga Desa Sei Apung Jaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sosok BK sudah sangat dikenal di kawasan tersebut, khususnya di sekitar Pelabuhan Teluk Nibung.

“Kalau di kampung ini, khususnya wilayah Rintis dan sekitar pelabuhan, hampir semua orang tahu siapa BK. Sudah lama dia menjalankan bisnis itu, mungkin lebih dari sepuluh tahun. Pernah dulu ada penggerebekan dari Polda Sumut, tapi dia berhasil kabur dengan cara melompat ke sungai,” ujarnya.

Warga juga mengaku resah atas maraknya peredaran narkotika yang diduga dikendalikan oleh BK. Mereka khawatir kondisi ini berdampak buruk terhadap generasi muda di wilayah tersebut.

“Kami takut anak-anak kami jadi korban. Setiap ada petugas masuk, mereka seperti sudah tahu lebih dulu. Selalu saja lolos. Kami berharap ini sampai ke perhatian aparat pusat,” tambahnya.

Dari keterangan warga, muncul dugaan adanya kebocoran informasi dari oknum tertentu yang membuat setiap upaya penindakan terhadap BK kerap gagal. Selain itu, BK juga disebut memiliki jaringan yang melibatkan bandar-bandar lain, baik di sekitar Teluk Nibung maupun di luar daerah.

Di sisi lain, warga juga mengungkapkan peningkatan jumlah pengguna narkotika jenis sabu di kawasan tersebut. Tidak hanya dari kalangan remaja, sejumlah nelayan juga diduga menggunakan narkotika untuk menunjang aktivitas saat melaut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas untuk memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah mereka demi menjaga keamanan dan masa depan generasi bangsa. (tim/red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page