Perang Saudara Sesama Bandar Narkotika Jaringan Internasional Di Wilayah Pelabuhan Teluk Nibung

0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second
Foto : ilustarasi

Lidikcyber.com, Asahan – Peredaran narkotika jaringan internasional di kawasan Pelabuhan Teluk Nibung dan Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Pria berinisial BK disebut-sebut sebagai figur lama yang diduga mengendalikan suplai narkotika jenis sabu di wilayah sekitar.

BK dikenal luas di lingkungan peredaran gelap narkoba setempat. Meski bertubuh kecil, ia disebut memiliki jaringan yang kuat dan terorganisir serta licin seperti belut. Selama lebih dari satu dekade, BK berperan sebagai pemasok sabu dari luar negeri untuk ke wilayah Asahan dan daerah lain, khususnya di sekitar Pelabuhan Teluk Nibung.Informasi yang didapat menyebutkan, jumlah barang yang beredar diduga mencapai ratusan kilogram dalam kurun waktu tersebut.

Sumber menyebut, jaringan BK bekerja secara sistematis dengan melibatkan sejumlah pemuda setempat. Mereka berperan sebagai pengawas situasi lapangan guna memantau pergerakan orang asing maupun aparat penegak hukum yang masuk kedaerah tersebut. Aktivitas di wilayah itu dikabarkan berada dalam pengawasan ketat anggota BK selama 24 jam.

Ketegangan terbaru terjadi pada akhir Januari 2026. BK disebut berselisih dengan keluarganya sendiri, Paman nya berinisial RU, yang mencoba membangun jaringan serupa di wilayah yang sama. Persaingan tersebut memuncak ketika barang shabu milik RU dirampas oleh anggota kelompok yang terkait dengan BK.

Menurut keterangan seorang mantan anggota jaringan BK yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi pada malam hari di sekitar tangkahan depan Masjid Wattoniah, Kampung Rintis, Dusun I, Desa Sei Apung Jaya.

“Barang itu baru saja dinaikkan dari sungai dan hendak dibawa menggunakan sepeda motor. Namun, sebelum sempat dibawa pergi, kelompok BK langsung merampas dan melarikan barangnya,” ujar sumber kepada wartawan, Selasa (17/02/2026) malam.

Barang yang dirampas tersebut narkotika Shabu berjumlah puluhan kilogram dan dikemas dalam karung. Sejak peristiwa itu, hubungan antara BK dan RU dikabarkan memburuk dan memicu konflik berkepanjangan. Informasi yang beredar menyebutkan keduanya saling memantau pergerakan masing-masing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum, Masyarakat berharap aparat segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kasus konflik antar jaringan peredaran narkotika di kawasan Teluk Nibung dan Desa Sei Apung Jaya menunjukkan adanya dinamika persaingan internal yang berpotensi memicu gangguan keamanan masyarakat. Informasi dari sumber internal mengindikasikan praktik peredaran narkotika masih berlangsung secara terorganisir dan sistematis.

Diperlukan respons cepat dan penegakan hukum yang tegas dari aparat berwenang guna memutus mata rantai peredaran narkotika serta mencegah eskalasi konflik yang dapat membahayakan warga sekitar.(tim/red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page