Gayo Lues, LidikCyber.com | Anjloknya harga minyak Atsiri Sere wangi di Kabupaten Gayo Lues membuat para petani setempat terpukul dan butuh pembenahan dari pemerintah agar geliat ekonomi masyarakat kembali meningkat.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani mengaku akan melakukan pembenahan dan meminta agar para petani tetap menjaga kualitas minyak sere wangi, kemudian menciptakan hak paten produk Gayo Lues.
“Kalau bisa kita upayakan menciptakan produk dari minyak sere wangi seperti sabun, parfume atau bahan obat-obatan lain” sebut Said Sani saat memberikan penjelasan dalam Rakor penguatan harga minyak Atsiri di Kabupaten Gayo Lues, pada hari Kamis (4/2) bertempat di ruang OffRoom Setdakab Gayo Lues.
Sementara Kepala Bappeda Jata, SE.,MM menyebutkan ada beberapa strategi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan terkait harga minyak atsiri yang saat ini terus menurun. Antara lain agar tidak menimbun bahan mentah terlalu lama, karena berpengaruh pada kualitas dan harga. Selain itu pengadaan alat pemisah unsur dan membuat pengolahan dengan teknik semi modern, sehingga akan meningkatkan kualitas dan citra pengelolaan tersebut.
“Untuk saat ini di Gayo Lues sendiri sudah dilakukan pembangunan resi gudang sebagai upaya selangkah lebih maju untuk meningkatkan harga minyak sere wangi, disana nantinya akan disediakan alat-alat yang dibutuhkan seperti mesin pemisah unsur. Tentu dengan demikian proses pengolahan akan lebih efektif dan menghasilkan mutu yang lebih bagus dibandingkan dengan pengolahan tradisional yang selama ini dilakukan” jelas Jata.
Selanjutnya, Safaruddin dari tim Task Force Gayo Lues mengungkapkan bahwa saat ini luas lahan untuk produksi minyak atsiri sere wangi seluas 16.851 Ha dan kapasitas produksi minyak sebesar 2.869 Ton. Selama ini harga minyak atsiri menurun disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena kualitas minyak atsiri itu sendiri kemudian belum terorganisirnya pedagang lokal dan belum berkembangnya akses pasar.
“Pengolahan minyak sere wangi yang belum maksimal dan belum terbangunnya sinergi antara Pemkab, petani, pedagang dan juga stack holder” ujarnya.
Syafaruddin melanjutkan, usul pemecahan dari persoalan-persoalan diatas yaitu membentuk Asosiasi Pedagang dan petani, menyiapkan regulasi untuk efektifitasnya asosiasi yang telah dibentuk seperti meningkatkan mutu dan juga harga.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani, Sekretaris Daerah Ir. Rasyidin Porang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Irwansyah, S.si.,MM, Kepala Bagian Perekonomian Roni Ismunandar, S.IP.,M.Si, Kadis P2TSP Ibrahim, Tim Task Force Gayo Lues Rabimansyah dan Safaruddin, Kadis Perdagkop Syahrul, Zul Ikhsan, Kasubbag Per-UU Ali Umar S.H, Kabid Perdagangan Hidayatullah, S.Sos, Staff Perdagangan Imam Muttaqin dan Roni Pasla. (Didi)
